| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | Sistem Pemilu dan Tata Cara |
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengesahkan centang atau contreng (menandai) lebih dari satu kali, baik di kolom lambang partai maupun di nama partai.
Perpu mengubah Pasal 176 UU No 10 Tahun 2008. Perubahan ini mengenai suara untuk Pemilu anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang dinyatakan sah apabila:
Dengan demikian pemilih bisa menandai (mencentang, mencontreng, memberi garis dan tanda-tanda lain yang diperbolehkan oleh KPU) lebih dari satu kali (bisa tiga kali). Namun juga sah jika pemilih menandai hanya satu kali, baik pada kolom partai maupun kolom nomor nama calon atau dua kali.

Adapun dalam Pemilu anggota DPD, suara dinyatakan sah apabila:
| Attachment | Size |
|---|---|
| PERPPU RI No. 1 TAHUN 2009.pdf | 71.61 KB |