Janji JK-Wiranto dalam Kampanye Pilpres 2009
Bidang Ekonomi:
- Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) menjanjikan suku bunga pinjaman di bawah 10 persen atau single digit. Menurutnya, suku bunga acuan atau BI rate saat ini sebesar 7,25 persen sebenarnya sudah cukup bisa mendorong perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya.
- Pertumbuhan ekonomi, JK-Win menjanjikan pertumbuhan sebesar 8%
- JK_Win juga berjanji tidak akan ada BLBI kedua di Indonesia
- Jusuf Kalla berjanji meningkatkan perekonomian umat Islam lewat ekonomi syariah.
- Jusuf Kalla berjanji melibatkan rakyat dalam membangun Indonesia bidang ekonomi dan keamanan selama lima tahun mendatang. Faktor pendukung keterlibatan rakyat itu adalah dengan ekonomi rakyat, yakni pasar-pasar tradisional harus dipelihara, diperbanyak dan digunakan sebagai penyangga ekonomi nasional.
- JK-Win berjanji akan memprioritaskan pengembangan ekonomi mikro khususnya sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), sehingga bisa berkembang di Indonesia dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Bidang Pendidikan:
- Jusuf Kalla berjanji akan memenuhi kebutuhan pendidikan. Menurutnya, tak ada bangsa yang berkembang tanpa dilandasi pendidikan sehingga apapun kebutuhan pendidikan akan dipenuhi demi kemajuan bangsa. JK menjamin pemerintah akan tetap mengucurkan dana pendidikan meskipun UU Badan Hukum Pendidikan diterapkan.
- Jusuf Kalla berjanji menaikkan anggaran pendidikan hingga Rp 400 triliun untuk lima tahun mendatang. Kenaikan anggaran itu berdasarkan asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara mencapai sekitar Rp 2.000 triliun. Saat ini, 20 persen APBN dialokasikan untuk anggaran pendidikan dari APBN 2009 yang mencapai lebih Rp 1.000 triliun. Artinya, anggaran pendidikan tahun ini berjumlah sekitar Rp 200 triliun.
Bidang Hukum:
- Jusuf Kalla berjanji akan meninjau ulang Rancangan Undang-undang (RUU) Kerahasiaan Negara, khususnya yang membahas soal batasan rahasia negara dan hak publik.
Bidang Pers:
- Jusuf Kalla berjanji akan menjamin adanya kebebasan pers bila terpilih. Menurutnya pascareformasi ada tiga hal pokok yang melengkapi tatanan pemerintahan Indonesia, yakni dari otoriter menjadi demokratis, dari sentral menjadi otonomi, dan adanya kebebasan pers. Karena itu, kebebasan pers dianggap sebagai salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tatanan pemerintahan sejak masa reformasi 10 tahun yang lalu.
Bidang Budaya:
Bidang Kesra:
- Membuka jutaan lapangan kerja
- Lumpur Lapindo. Jusuf Kalla menjanjikan dalam waktu satu tahun bisa menyelesaikan masalah sosial akibat semburan lumpur lapindo dengan menggunakan dana talangan.
- JK-Win akan mengangkat semua atlit yang berprestasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
- Berjanji akan menyetop pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai buruh atau pembantu rumah tangga (PRT) ke luar negeri.
- Tunjangan Kesehatan Kepala Desa.
- JK menjanjikan memberikan dan menaikan gaji kepala desa.
- Jusuf Kalla menjanjikan peningkatan upah buruh melalui efisiensi industri. Selain itu Jusuf Kalla juga menjanjikan proyek perumahan dan transportasi bagi pekerja di kawasan industri.
- Jusuf Kalla menjanjikan penghapusan sistem outsourcing dan kerja kontrak dengan sinkronisasi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan UU No 40/2004 tentang Dewan Jaminan Sosial Nasional.
- Jusuf Kalla menjanjikan perbaikan kesejahteraan buruh dengan merumuskan klasifikasi upah minimum para buruh. Upah minimum para buruh di perusahaan kecil, menengah, dan besar akan berbeda sehingga standar tidak lagi terletak pada UMR.
- Jusuf Kalla menjanjikan perhatian lebih besar kepada organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang sekarang ini sudah semakin merosot perannya.
- Jusuf Kalla berjanji akan meningkatkan anggaran dokter spesialis di Indonesia hingga mencapai 1 triliun dari sebelumnya hanya sekitar 300 hingga 500 miliar setiap tahunnnya.
Bidang Otonomi Daerah:
- Jusuf Kalla berjanji akan menerapkan otonomi daerah yang efektif bagi Papua, agar wilayah ini menjadi maju dan mandiri.
Bidang Pertanian:
- Jusuf Kalla menjanjikan akan menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) dan koperasi lainnya untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada petani.
- Mengatur dan memenej lahan pertanian dan sekaligus memajukan sektor ini untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
Bidang Militer:
- Jusuf Kalla menjanjikan mampu memperbaiki alat utama sistem persenjataan TNI dalam waktu tiga hingga enam bulan. Kalla mengaku sudah memiliki solusi teknis untuk mendatangkan suku cadang, perawatan, dan mengadakan pesawat, kapal, dan panser baru untuk TNI tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Bidang Energi:
- Stop ekspor gas ke luar negeri untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.
- Kontrak ulang gas alam dan minyak bumi, dan kontrak yang berpotensi merugikan negara akan diputus. Menurutnya, dalam setiap kontrak pembelian untuk semua sumber daya alam, negara harus mendapat untung guna mensejahterakan rakyatnya. Bahkan jika perlu semua sumber daya alam yang ada dikelola kita sendiri.
- Negosiasi Kontrak Pertambangan, bila ada indikasi merugikan negara. Jusuf Kalla optimistis mampu mengubah kontrak-kontrak tersebut. Sebab, sebelumnya dia berhasil mengubah kontrak pertambangan yang merugikan negara di blok Natuna, Kepulauan Riau, dan lapangan Tangguh di Teluk Bintuni, Papua
Komitmen Pribadi:
- 100 hari pertama. JK berjanji akan memfokuskan diri pada kebijakan dan strategi penghentian krisis dalam 100 hari pertama jika terpilih. Dalam program 100 hari itu, JK-Win juga menyiapkan strategi penurunan suku bunga hingga di bawah 10%. Untuk menyehatkan likuiditas, JK-win akan menghentikan sementara penerbitan SUN. Sementara, semua dana Pemerintah Daerah dan BUMN yang nongkrong di SBI harus ditarik pada saat jatuh tempo.
- JK berjanji akan menjabat sebagai presiden untuk satu periode saja. Setelah pensiun ia akan memberikan kesempatan kepada yang lain.
- Jusuf Kalla berjanji akan menjamin penuh perdamaian di Aceh sesuai MoU Helsinki jika terpilih sebagai presiden.
Partai Politik

Lembaga Survei
