| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| Media Massa | | | Media Cetak | | | Media Elektronik |
Paparan Hasil Pemantauan Berita Cetak dan Televisi Pemilu 2009
Periode Januari - Maret 2009
Pemantauan media yang dilakukan bertujuan untuk memantau pemberitaan pemilu di media, baik media cetak maupun televisi. Dalam pemantauan media ini, fokus yang ingin dilihat adalah kualitas pemberitaan pemilu di media, bagaimana media menyuarakan persoalan-persoalan penting bagi kehidupan masyarakat, penggambaran media terhadap track record peserta pemilu, dan bagaimana keberpihakan media terhadap salah satu kontestan pemilu.
Polling atau survei atau jajak pendapat adalah salah satu cara bagi warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Membuat sebuah survei bukanlah hal yang mudah. Untungnya, kebanyakan dari jurnalis tidak perlu untuk melakukan survei. Namun jurnalis perlu untuk mengetahui apakah survei yang Anda liput telah dilakukan dengan benar.
Hasil Pemantauan Berita Pemilu di Media Cetak
Periode 7-13 Februari 2009
Persiapan Pemilihan Umum (pemilu) masih menyisakan banyak masalah sehingga muncul kekhawatiran pemilu tidak berjalan dengan baik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi sorotan media. Semua masih berharap KPU mampu menyelenggarakan Pemilu 2009 dengan baik. Berita pelanggaran pun terus menyeruak. Tapi suara rakyat masih “nyaris tak terdengar”.
Hasil Pemantauan Berita Pemilu di Media Cetak
Periode 31 Januari-6 Febuari 2009
Media ramai-ramai mengangkat peluang bakal calon presiden. Padahal pemilihan presiden masih lama dan sang bakal calon belum tentu menjadi calon presiden. Semua masih tergantung pada hasil pemilu legiastif yang sebenarnya sudah depan mata. Media justru mengabaikan berbagai persoalan seputar persiapan pemilu legislatif 2009. Pemberitaan media masih belum berubah dari pemantauan periode sebelumnya.
Hasil Pemantauan Berita Pemilu di Media Cetak
Periode 5-30 Januari 2009
Pemilu 2009 menggunakan cara memilih baru dengan menandai surat suara. Ada kekhawatiran suara tidak sah akan meningkat karena masyarakat salah memberi tanda. Media tidak banyak mengangkat bagaimana cara memilih yang baru. Media lebih banyak mengangkat peluang kalah-menang bakal calon presiden. Agenda masyarakat dalam pemilu pun tidak banyak yang terangkat.