Hasil Pemantauan Berita Pemilu di Media Cetak
Periode 7-13 Februari 2009
Institut Studi Arus Informasi (ISAI)

Persiapan Pemilihan Umum (pemilu) masih menyisakan banyak masalah sehingga muncul kekhawatiran pemilu tidak berjalan dengan baik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi sorotan media. Semua masih berharap KPU mampu menyelenggarakan Pemilu 2009 dengan baik. Berita pelanggaran pun terus menyeruak. Tapi suara rakyat masih “nyaris tak terdengar”.
Detak jantung anggota KPU kini mungkin semakin keras. Pelaksanaan Pemilu 2009 sudah semakin dekat, kurang dari 50 hari lagi. Tapi masih banyak persoalan dalam persiapan, mulai dari persiapan logistik, perbaikan daftar pemilih, penentuan caleg teripilih dan sebagainya. Media menjadikan mereka sebagai sorotan utama dalam pemberitaannya. Ini adalah temuan pemantauan berita pemilu ISAI periode 7-13 Februari 2009.
Dalam pemantuan terhadap 13 media cetak nasional itu, tema berita terkait KPU mendominasi tema berita.Sebagaimana dapat dilihat dari tabel 1, berita tentang kinerja KPU mendominasi pemberitaan sebanyak 93 berita. Jika ditambanh dengan berita lain tentang KPU seperti tahapan pelaksanaan pemilu sebanyak 46 berita, logistik pemilu 66 berita, sosialisasi tata cara memilih 13 berita, perdebatan peraturan pemilu 82 berita, sorot media mengarah ke lembaga penyelenggara pemilu ini. Keseluruhan ada 300 berita tentang persiapan pemilu dan kinerja penyelenggaranya. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah berita tentang persoalan “balap kuda” dalam pemilu siapa yang menang dan kalah dalam Pemilu 2009. Tema yang selama ini selalu mendominasi berita pemilu di media ini diberitakan sebanyak 341 berita.
Hal ini merupakan perkembangan positif dalam pemberitaan pemilu di media. Media mulai memberi perhatian terhadap kesuksesan Pemilu 2009. Dalam laporan pemantauan periode sebelumnya, ISAI menemukan minimya perhatian media terhadap persoalan faktual seputar persiapan pemilu. Mereka lebih fokus pada persoalan bakal capres-cawapres yang belum tentu maju dalam pemilihan presiden sesungguhnya.
(Materi selengkapnya, di attachment dalam format PDF)