| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| Media Massa | Media Cetak |
Hasil Pemantauan Berita Pemilu di Televisi
Periode 16-26 Mei 2009
Institut Studi Arus Informasi (ISAI)
Pemberitaan media massa tentang capres-cawapres diharapkan dapat membuat masyarakat atau pemilih mengenal sosok pemimpin yang akan mereka pilih. Informasi-informasi yang disampaikan media dapat menjadi pembuka tabir yang menyelubungi sosok capres-cawapres. Dengan demikian, masyarakat mendapat informasi yang memadai yang beguna untuk menentukan pilihan dengan benar. Informasi tentang sosok capres-cawapres di media semakin penting ketika lebih 90% masyarakat menggantungkan diri pada media massa baik cetak maupun elektronik untuk mendapatkan informasi pemilu.
Asumsi yang dapat dibangun di sini adalah semakin sering masyarakat mendapat informasi tentang capres-cawapres dari media, akan semakin mengenal siapa sesungguhnya capres-cawapres tersebut. Tapi asumsi di atas harus diubah menjadi semakin sering mendapat informasi capres dan cawapres dari masyarakat semakin jelas, atau justru sebaliknya semakin kebingungan.
Demikian hasil pemantauan pemberitaan pemilu di media TV yang dilakukan ISAI 16-26 Mei 2009. Pemantauan dilakukan terhadap pemberitaan SCTV, RCTI, Trans TV, Trans 7, Metro TV, TV One, TVRI, Global TV, TPI, ANTV dan Indosiar. Selama periode pemantauan ini ditemukan 1553 berita tentang pilpres seluruh stasiun TV yang dipantau.
(Materi selengkapnya, di attachment dalam format PDF)
| Attachment | Size |
|---|---|
| ISAI_Media Watch_Televisi_16-26 Mei 2009.pdf | 213.34 KB |