| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| Media Massa | Media Cetak |
Paparan Hasil Pemantauan Berita Cetak dan Televisi Pemilu 2009
Periode Januari - Maret 2009
Institut Studi Arus Informasi (ISAI)
Pogram pemantauan media ini bertujuan untuk memastikan bahwa media mampu berperan menyediakan seluruh informasi pemilu yang dibutuhkan oleh masyarakat. ISAI berkeyakinan pemilu yang baik salah satunya tergantung kepada kesadaran dan informasi pemilih. Artinya pemilih haruslah well informed dimana mereka tahu akan tata cara, proses dan tahapan pemilu. Pemilih juga membutuhkan pengetahuan atas partai dan kandidat yang bertarung dalam pemilu. Hanya dengan pengetahuan itu, pemilih dapat menentukan pilihannya dengan baik sehingga pemilu benar-benar mencerminkan aspirasi pemilih. ISAI selalu melaksanakan program pemantauan berita pemilu sejak Pemilu 1999.
Pemantauan media yang dilakukan bertujuan untuk memantau pemberitaan pemilu di media, baik media cetak maupun televisi. Dalam pemantauan media ini, fokus yang ingin dilihat adalah kualitas pemberitaan pemilu di media, bagaimana media menyuarakan persoalan-persoalan penting bagi kehidupan masyarakat, penggambaran media terhadap track record peserta pemilu, dan bagaimana keberpihakan media terhadap salah satu kontestan pemilu.
Metodologi Pemantauan
Ada dua metode yang akan digunakan: pertama metode analisis isi kuantitatif. Metode ini bertujuan untuk melihat kecenderungan pemberitaan media tentang isu pemilu, bagaimana persoalan-persoalan publik menjadi wacana media, bagaimana media menggambarkan track record kandidat/peserta pemilu dan bagaimana keberimbangan media dalam memberitakan pemilu.
Jika dalam analisis kuantitatif ditemukan kejanggalan dalam pemberitaan media, maka akan dilakukan pendalaman melalui riset kualitatif. Kasus-kasus menonjol yang ditemukan dalam analisis isi media ini akan didalami menggunakan studi kasus. Harapannya, akan diketahui tingkat independensi media dalam Pemilu 2009.
Atas dukungan Yayasan TIFA, pada Pemilu 2009 ISAI memantau pemberitaan media cetak dan TV. Media yang diamati adalah 11 surat kabar nasional (Kompas, Indo Pos, Koran Tempo, Republika, Media Indonesia, Jurnas, Seputar Indonesia, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Suara Karya dan Rakyat Merdeka), dua majalah (Tempo dan Gatra), 11 TV nasional (TVRI, Trans TV, Trans 7, TPI, Indosiar, SCTV, RCTI, TV One, ANTV, Global TV, dan Metro TV).
| Attachment | Size |
|---|---|
| ISAI_Media Watch_Cetak-dan-Televisi_Januari-Maret 2009.pdf | 210.61 KB |