| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| Kandidat | Purnawirawan Militer |
Sejak Pemilu 2004, fenomena majunya para purnawirawan sebagai calon anggota legislatif (caleg) mulai marak, demikian juga dalam Pemilu 2009. Memang tidak semua mantan jenderal terpilih, ada juga yang rontok, seperti Mayjen TNI Purn Makmun Sangiang Siregar (lulusan Akademi Militer 1968), yang maju dari PNBK. Namun hal itu tidak menyurutkan niat mantan jenderal lain untuk maju dalam Pemilu 2009.
Bagaimana kita membaca fenomena majunya para purnawirawan tersebut? Satu hal yang pasti, pesona kekuasaan masih sulit dielakkan bagi sebagian besar purnawirawan. Kekuasaan seolah memiliki magnitude dan logikanya sendiri. Kerinduan itu bisa berangkat dari hal-hal kecil, semisal pengawalan dalam perjalanan (baik dinas maupun pribadi), diistimewakan dalam pelayanan publik, penghormatan berlebihan dari bawahan dan kemudahan lainnya.
Terlebih bagi TNI, yang selama puluhan tahun akrab dengan kekuasaan, baik secara kelembagaan atau personal. Inilah yang mungkin menjadi faktor pendorong beberapa purnawirawan TNI, untuk mencoba meraih kembali, sesuatu yang dulu sangat identik dengannya. Cuma bedanya kali ini, untuk menggapai kekuasaan itu, kandidat TNI harus berkompetisi secara demokratis, tak ada lagi privilese seperti di masa lalu.
Mengingat calon pemilih sudah semakin cerdas, maka partai peserta pemilu menjadi ekstra hati-hati dalam menempatkan caleg yang berlatar mantan jenderal. Track record mereka mendapat perhatian khusus, kalau sekiranya ada indikasi pernah terlibat masalah HAM, sudah pasti tidak akan dipasang, ketimbang nanti menimbulkan resistensi di masyarakat. Oleh karena itu cara paling aman adalah memasang figur mantan jenderal yang biasa-biasa saja, alias “abu-abu” terkait isu pelanggaran HAM.
Berikut beberapa purnawirawan yang mencoba peruntungannya dalam Pemilu 2009.***