| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 25 Februari 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2009, Komisi Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam berencana untuk melakukan pemantauan pemilu di Indonesia. Delegasi Uni Eropa ini disambut oleh Abdul Hafiz Anshary dan Endang Nurpati di Aula ruang sidang KPU.
Menurut Hartmurt Nassuer, komisi Eropa memiliki kepentingan terhadap pelaksanaan pemilu di Indonesia, terlebih Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat penting di lingkungan Asean.
“Komisi Eropa sangat tertarik pada pelaksanan pemilu di Indonesia, dan kunjungan ini merupakan sinyal positif dan penghargaan terhadap demokrasi di Indonesia,” ujar Chairman Committee on Legal Affaisr Uni Eropa kepada wartawan di kantor KPU, Jakarta (25/2).
Dalam pelaksanaan pemantauannya, Komisi Eropa tidak akan menempatkan pemantau pemilu secara formal dan resmi, melainkan hanya menyediakan beberapa tenaga ahli yang bertugas untuk melakukan pemantauan pelaksanaan pemilu di Indonesia.
“Kami akan menerima laporan secara rutin dari ahli-ahli pemilu yang kami tempatkan di Indonesia, dan mereka bertanggung jawab terhadap komisi di Uni Eropa,” tambahnya.
Sementara itu menanggapi keinginan delegasi Uni Eropa, Abdul Hafiz Anshary menyatakan bahwa keinginan itu sah-sah saja. Hanya saja menurutnya, setiap lembaga yang akan melakukan pemantauan pada Pemilu 2009 harus memiliki akreditasi dari KPU.
“Sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2008, setiap lembaga pemantauan itu harus memiliki akreditasi dan terdaftar di KPU,” kata ketua KPU ini kepada kanalpemilu.net.
Pihaknya berharap kehadiran lembaga pemantau pemilu nantinya dapat menunjang proses pelaksanaan Pemilu 2009 sehingga bisa berjalan lancar dan tidak mengalami kendala apa pun. (L.Qomarulaeli)