| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 18 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Ukuran surat suara Pemilu 2009 yang lebar dinilai menyulitkan pemilih penyandang cacat. Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat, (PPUA Penca), Ariani mengatakan, meskipun menggunakan alat bantu template huruf Braille, seorang pemilih tuna netra membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyalurkan hak suaranya. Template atau alat bantu itu hanya untuk lembar surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
Sebelumnya, Anggota KPU, Syamsul Bachri mengatakan ukuran surat suara Pemilu 2009 yang besar tidak hanya menyulitkan pemilih tunanetra, tapi juga tetap cukup rumit bagi pemilih berpenglihatan normal. Agar pemilih tunanetra tidak kehilangan hak suara, KPU memberikan alat bantu huruf Braille untuk lembar surat suara DPD. Sedangkan untuk lembar surat suara anggota legislatif, KPU meminta agar ada pendamping bagi pemilih tunanetra. [KBR68h]