| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Senin, 23 Maret 2009
DENPASAR [KANALPEMILU.NET] -- Sebelas partai politik yang tergabung dalan Blok Perubahan mengusulkan kepada Komis Pemilihan Umum (KPU) agar menunda pemilu 9 April mendatang.
Blok Perubahan mengusulkan pelaksanaan Pemilu digelar sekitar Juni atau Juli 2009. Calon Presiden dari Blok Perubahan, Rizal Ramli mengatakan usulan tersebut terkait dengan kasus dugaan pengelembungan daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Timur yang mesti dituntaskan KPU. Jika kasus ini tidak diselesaikan, Blok Perubahan khawatir Pemilu tidak berlangsung jujur dan adil. Demikian penjelasan Rizal Ramli di Denpasar, Bali.
Rizal Ramli menilai usulan penundaan pelaksanaan Pemilu akan didukung partai lain kecuali Partai Demokrat. Beberapa partai politik yang tergabung dalam Blok Perubahan diantaranya Partai Bintang Reformasi, Partai Damai Sejahtera dan Partai Kedaulatan. Namun, usulan menunda pelaksanaan pemilu 2009 ditolak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Penegasan ini disampaikan Megawati usai menggelar pertemuan tertutup dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta. Menurut Mega jika Pemilu ditunda, pembentukan pemerintahan baru hasil Pemilu 20 Oktober 2009 akan ikut molor.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menambahkan bersama Sri Sultan mereka akan terus mengkaji untung rugi jika Pemilu ditunda atau tetap berlangsung pada 9 April mendatang. [KBR68h]