| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Selasa, 7 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjamin keamanan pada masa tenang hingga pemungutan suara Pemilu Legislatif, 9 April, lusa. Permintaan itu disampaikan Presiden saat membuka rapat bersama dengan Komisi Pemilihan Umum, KPU, Menkopolhukam, Kapolri dan Panglima TNI di Istana Negara. Presiden juga memerintahkan aparat keamanan mencegah tindakan-tindakan anarkis atau upaya mengganggu pelaksanaan Pemilu.
“Ada mekanisme bagi yang keberatan. Mari kita tempuh rule of law yang konstitusional, praktek demokrasi yang tertib, tidak dengan bergerak sendiri, melakukan tindakan kekerasan seperti yang pernah terjadi di waktu yang lalu. Saya punya keyakinan kalau kita semua tidak ingin ada kekerasan terjadi,” kata Presiden.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meminta semua pihak dapat menjaga situasi aman dan kondusif demi kesuksesan Pemilu Legislatif. Sementara KPU diminta memastikan seluruh logistik pemilu telah tersebar di seluruh daerah. [KBR68h]