| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 4 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan tetap menjalankan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perpu sistem penandaan lebih dari sekali pada kertas surat suara Pemilu, meskipun belum ada persetujuan dari DPR. Menurut Anggota KPU, Sri Nuryanti, keputusan tersebut di ambil dalam pertemuan KPU Pusat dengan KPU daerah. Sri yakin, Pemilu mendatang tidak akan terganjal oleh keputusan tersebut.
"Perpu tanpa persetujuan DPR tetap jalan. Jadi bisa dilaksanakan, tidak harus menunggu persetujuan itu," kata Sri Nuryanti.
Pemerintah dan DPR telah membahas Perpu penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap DPT dan penandaan Lebih dari Sekali pada Surat Suara Untuk Pemilu. Pembahasan untuk menindaklanjuti penandatanganan Perpu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Perpu ini dikeluarkan untuk memastikan tidak ada pemilih yang tidak terdaftar dan menyelamatkan surat suara yang tidak sah. Namun pembahasan itu tertunda hingga rapat Paripurna DPR 12 April mendatang. [KBR-68H]