| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 6 Mei 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Komisi Pemilihan Umum KPU menyatakan teknik pencontrengan Pemilu presiden mendatang hanya satu kali contreng. Ketua KPU, Abdul Hafiz Ansari mengatakan, surat suara dianggap sah apabila pencontrengan dilakukan pada nomor urut atau pun wajah pasangan calon presiden dan wakil presiden. Jika pencontrengan dilakukan dua kali pada tempat yang sama, maka surat suara dianggap tidak sah.
“Pemberian tandanya, itu hanya satu kali. Baik pada calon presiden maupun wakil presiden, atau nomor urut calon, atau nama, jadi terserah mana itu yang akan dipilih oleh masyarakat. Kalau dua kali ditempat yagn sama? Itu juga tadi jadi perdebatan. Tapi dalam undang-undang itu dinyatakan satu kali. Kalau dua kali dinyatakan tidak sah,” kata Abdul Hafiz.
Sebelumnya KPU menggelar pertemuan dengan fraksi-fraksi di DPR untuk menawarkan pilihan desain surat suara pemilu presiden. Dalam pertemuan itu juga dibahas jenis pakaian calon presiden wakil presiden, serta ukuran surat suara untuk pemilu presiden mendatang. [KBR 68h]