| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Jumat, 20 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- PDI-Perjuangan mendesak pemerintah mengeluarkan lagi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perpu terkait pelaksanaan Pemilu. Perpu yang diminta partai berlambang banteng ini adalah Perpu yang membolehkan masyarakat untuk mencontreng dengan menunjukkan kartu tanda penduduk alias KTP.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu ) PDI-P Arif Wibowo mengatakan Perpu diperlukan untuk mengatasi amburadulnya Daftar Pemilih Tetap.
Sebelumnya PDI-Perjuangan mensinyalir adanya penggelembungan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap di Jawa Timur. Penggelembungan mencapai 25 %. PDI-P sekarang tengah menyelidiki kemungkinan hal serupa terjadi di daerah lain. (KBR68h)