| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 15 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] --- Ketika Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan Jendral (Purn) Wiranto merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maka Pansus Orang Hilang yang “dibentuk” Fraksi PDI Perjuangan di DPR, yang diketuai Efendi Simbolon, akan kehilangan relevansinya. Bahkan kemungkinan besar akan “dilumpuhkan” sendiri oleh para pendirinya. Meneruskan Pansus Orang Hilang sama dengan memandulkan koalisi. Pansus Orang Hilang adalah Pansus yang diprakarsai Fraksi PDIP untuk “menyudutkan” Jendral (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI yang dianggap tidak melakukan apa-apa untuk menemukan para aktifis politik yang dihilangkan secara paksa di akhir zaman pemerintahan Jendral (Purn) Soeharto.
Pansus sempat memanggil Letjen (Purn) Prabowo namun yang bersangkutan tidak hadir. Prabowo dianggap mengetahui penghilangan aktifis ini, karena sudah diperiksa Dewan Kehormatan Perwira yang dipimpin Letjen Agum Gumelar dan dinyatakan bertanggungjawab sehingga dicopot dari jabatannya yang baru didudukinya yakni Panglima Kostrad. Walaupun tanggungjawab hukum ditimpakan ke Tim Mawar, seregu tentara dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang mengaku menculik para aktifis karena “panggilan hatinuraninya” untuk membela negara.
Sudah pasti Pansus yang tujuannya hanya untuk Pemilu ini akan segera hilang dari DPR. Apalagi pasti akan ditentang oleh Faksi Gerindra dan Fraksi Hanura di DPR periode 2009-2014. ***