| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 4 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Komisi Pemilihan Umum [KPU] berencana melakukan kunjungan kerja ke enam negara dengan alasan menggelar bimbingan teknis persiapan pemilu. Enam negara tersebut yakni Belgia, Kenya, Singapura, Arab Saudi, Amerika Serikat, Korea Selatan. Anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, kunjungan tersebut perlu dilakukan agar perhitungan rekapitulasi suara tidak salah. menurut Andi bimbingan teknis sebelumnya juga pernah dilakukan di berbagai provinsi di dalam negeri.
Menurut Amdi Nurpati kunjungan ke luar negeri dalam rangka mengecek kesiapan pemungutan suara dan reakpitulasi. "Di luar negeri ada KPPSLN. Kemudian pantia yang mengkoordinir di suatu negara. Ini sangat mendesak bagi mreka karena memang bimbingan teknis ini berlaku bagi siapa saja di KPU," katanya.
Andi Nurpati juga mengatakan, kunjungan luar negeri ini tidak akan menggangu kinerja KPU termasuk rapat pleno. Andi menjamin rapat pleno akan dihadiri minimal 5 orang anggota KPU. ***