| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 6 Mei 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Keterwakilan perempuan di DPR periode 2009-2014 diprediksi meningkat menjadi 13 persen. Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sri Budi Eko Wardani mengatakan, berdasarkan penghitungan sementara lembaganya, jumlah caleg perempuan yang sudah lolos ke DPR sekitar 80 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan Pemilu 2004 yaitu 65 legislator perempuan. Kata Sri Budi, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan menjadi penyumbang terbesar untuk legislator perempuan. Berdasarkan penghitungan sementara Puskapol UI, 60 dari 80 caleg perempuan yang lolos ke DPR berasal dari ketiga partai tersebut.
“Kenapa Partai Demokrat banyak karena menang, sedangkan partai lain itu seperti PKB sedikit karena suaranya turun. PKB hanya ada 5 perempuan, PAN 3, Gerindra ada 3, Hanura belum ada, PKS mungkin 1 atau bisa 2 tapi masih menunggu penghitungan suara selesai,” kata Wardani.
Wardani menambahkan, berdasarkan pengamatan Puskapol, caleg perempuan yang lolos ke DPR sebagian besar merupakan caleg dengan nomor kecil. Karena itu, kata Sri Budi, nomor urut tetap menjadi faktor penentu terpilihnya caleg perempuan, meski Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan penetapan berdasarkan suara terbanyak. Menurut Sri Budi, pemilih masih mempunyai kecenderungan untuk memilih calon legislator dengan nomor urut kecil. [KBR68h]