Skip to content

Kemungkinan Golput yang Menang

Jumat, 10 April 2009

JAKARAT [KANALPEMILU.NET] -- Partai Demokrat, menurut hasil quick count berbagai lembaga survei memang memenangkan Pemilu Legislatif 2009. Tapi bisa jadi jumlah suara yang diperoleh akan kalah dengan jumlah orang yang tidak memilih alias golput. Diperkirakan jumlah golput pada Pemilu 2009 meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Hal ini terkait dengan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang membuat banyak orang “dipaksa” tidak bisa memberikan suaranya. Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media massa, banyak pemilih yang gagal memilih karena tidak masuk dalam DPT. Bukan hanya di Indonesia, di luar negeri banyak warga negara Indonesia yang gagal memilih hanya karena persoalan administrasi. Dari 124 ribu tenaga kerja Indonesia di sana, hanya 90 ribu orang yang dikirimi surat suara melalui pos. Dari jumlah itu hanya 6 ribu surat suara yang dikembalikan.

Sebagai perbandingan Data Litbang Kompas menyebutkan pada Pemilu 2004, jumlah golput pada pemilihan presiden putaran II lebih banyak dibandingkan pemilihan presiden putaran I dan pemilu legislatif yaitu 24,95% dibandingkan 23,47% dan 23,24%. Jumlah golput Pemilu 2004 itu jauh lebih banyak dibandingkan golput pada Pemilu 1999 yang berjumlah 10,40%.

Berapapun jumlah golput memang tidak mempengaruhi keabsahan pemilu. Tapi golput karena persoalan administrasi tentu saja menjadi ironi, karena sama saja dengan pemberangusan hak politik masyarakat. Bisa jadi masyarakat berkeinginan untuk memilih tapi tertahan ketiadaan namanya dalam DPT.

Mau tidak mau KPU harus transparan membuka berapa banyak jumlah golput yang diakibatkan oleh persoalan administrasi. Ini penting dilakukan untuk memastikan masyarakat benar-benar terakomodasi dalam Pemilu Presiden mendatang. Pada ajang itulah masyarakat akan menentukan siapa pemimpinnya sehingga wajar jika hak suaranya pun harus terakomodir. ***