| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Sabtu, 14 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) melalui project Election-MDP meluncurkan Buku Pintar KPPS dan Video Pelatihan KPPS. Buku dan Video ini akan menjadi panduan KPPS dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2009.
Pada launching Buku dan Video Pelatihan KPPS di Kantor KPU, Jumat lalu (13/03), anggota KPU Bidang Divisi Anggaran Teknis Penyelenggaran Pemilu, Andi Nurpati, mengatakan bahwa dengan adanya Buku Pintar dan Video Pelatihan ini, KPPS akan menjadi lebih siap melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada 9 April 2009 nanti.
"Buku Pintar dan Video Pelatihan KPPS ini akan menyamakan persepsi penyelenggara (KPPS) di lapangan, terutama menyangkut hal teknis pemungutan dan penghitungan suara," kata Andi. Menurutnya, acara peluncuran ini juga menandai pengiriman buku pintar dan video ke seluruh KPPS melalui KPU daerah. Saat ini KPU daerah sedang melakukan bimbingan teknis kepada KPPS. "Buku ini akan sangat membantu KPPS memahami teknis penghitungan dan pemungutan suara," tambah Andi.
Untuk Buku Pintar KPPS, KPU dan UNDP mencetak dan mendistribusikan sebanyak 650 ribu buku yang ditujukan kepada seluruh TPS di Indonesia. Sedangkan untuk video pelatihan diproduksi sebanyak 10.000 buah yang akan didistribusikan ke setiap PPK di seluruh kecamatan di Indonesia, KPU kabupaten/kota dan provinsi.
Selain itu juga akan disebarkan sebanyak 800 ribu buku Modul PPK ke seluruh kecamatan di Indonesia. Masing-masing PPK akan mendapat satu buah buku, KPU kabupaten/kota dua buah buku, dan KPU provinsi mendapat empat buku. Anggaran produksi Buku Pintar KPPS, Video Pelatihan KPPS dan Modul PPK menghabiskan dana sekitar Rp. 4 miliar. (Mawardi)