| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Selasa, 3 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Kantor Berita Radio 68H (KBR 68H) mengecam tindakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberikan amplop pada wartawan. Direktur Produksi KBR68H, Heru Hendratmoko mengatakan, tindakan KPU tersebut melanggar kode etik jurnalistik. Kata Heru pemberian amplop kepada wartawan masuk dalam kategori penyuapan.
“Kami mengingatkan pada KPU bahwa memberikan uang pada wartawan masuk kategori penyuapan,” kata Heru.
Anggota KPU Andi Nurpati menolak menerima kembali uang yang telah di berikan kepada wartawan karena merupakan bagian dari anggaran perjalanan. KPU memberikan Rp. 1.050.000,- kepada wartawan KBR 68H, seusai mengikuti kunjungan KPU ke percetakan surat suara di Jawa Timur. Dan sebagai komitmen dari KBR 68H untuk menegakkan kode etik jurnalistik, uang itu dikembalikan pada KPU. [KBR-68H]