| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Selasa, 7 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] --Jelang hari pemungutan suara pemilu legislatif tanggal 09 April 2009 nanti, sekitar 3500 relawan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) akan melakukan kegiatan pemantauan pada hari pemungutan dan perhitungan suara.
Menurut koordinator nasional JPPR, Daniel Zuchron, ke-3500 pemantau pemilu tersebut akan disebar masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) satu persatu di 28 propinsi dan 132 kabupaten/kota. “Tiap satu TPS kita tempatkan satu orang pemantau untuk menjaga kualitas pemilu,” katanya di gedung PP Muhammadiyah Jakarta Selasa 7 April 2009.
Daniel menambahkan, untuk setiap kabupaten/kota jumlah relawan yang memantau berjumlah maksimal 25 orang. Tetapi hal itu tergantung pada tingkat keluasan wilayah yang dipantau. Seperti di Jawa Timur, sekitar 475 relawan diterjunkan untuk memantau di 19 kabupaten/kota.
Dalam pemantauan pemilu kali ini, JPPR juga menempatkan dua relawan yang akan melakukan pemantauan di luar negeri. Masing-masing relawan itu akan memantau di Provinsi Wolongong, New Sout Wales, dan Provinsi South Australia, Australia.
Lebih lanjut, koordinator nasional JPPR ini mengatakan, di samping program pendidikan pemilih di Indonesia, pemantauan kali merupakan program kelanjutan sejak pemilu tahun 2004. (Leli Qomarulaeli/Mawardi)