| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Jumat, 27 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Fahri Hamzah menuduh, tindakan Yeni Rosa Damayanti dari Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) yang akan mengumumkan calon anggota legislatif (caleg) yang berpoligami dituduh sudah tidak murni dan ditunggangi oleh kekuatan politik untuk menggembosi kekuatan politik lawannya. Fahri juga menilai bahwa urusan poligami merupakan urusan domestik yang tidak ada kaitannya dengan urusan negara.
Munculnya isu poligami yang dilakukan oleh beberapa caleg, dinilai oleh Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan upaya black campaigne menjelang Pemilu legislatit 9 April nanti. “Ini merupakan kampanye hitam, karena isu ini bukanlah hal yang substansial dan tidak ada hubungannya dengan rakyat,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat 27 Maret 2009.
Fahri juga menilai bahwa kemunculan isu ini merupakan upaya Yeni Rosa Damayanti selaku koordinator SPI untuk melakukan penggembosan terhadap kekuatan politik PKS menjelang Pemilu 2009. Sebagai informasi, Yeni Rosa Damayanti juga pernah meminta kepada salah seorang caleg PKS Rama Pratama untuk menghilangkan kebiasaan poligami di jajaran petinggi partainya. Beberapa petinggi partai ini seperti Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen PKS Anis Matta LC juga melakukan poligami.
Fahri mempersilahkan Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) yang dikoordinatori oleh Yeni atau pun masyarakat umum untuk menguji dan berdebat soal kapasitas dan visi politik partainya. "Kalau mau berdebat dengan kami, silahkan saja yang penting menyangkut soal-soal yang lebih sustansif seperti kesejahteraan ekonomi. Dan bukan soal poligami,” katanya.(Leli Qumarulaeli)