| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 1 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Dewan Integritas Bangsa (DIB) menyatakan empat putra bangsa terbaik layak menjadi calon presiden pada pemilihan presiden 2009 mendatang. Dalam rilisnya, DIB menyatakan bahwa keempat capres tersebut diantaranya Bambang Sulistomo, Marwah Daud Ibrahim, Rizal Ramli dan Yuddhi Chrisnandi. Keempat nama tersebut merupakan hasil dari konvensi yang diadakan oleh DIB di delapan kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Medan, Makassar, Pontianak, dan terakhir di Jakarta. Konvensi DIB sendiri diadakan selama tiga bulan yakni mulai pada 10 Januari 2009 dan berakhir pada 7 Maret 2009.
Menurut ketua DIB Salahudin Wahid, keempat orang tersebut merupakan figur yang tepat
untuk memimpin bangsa ini. “Mereka itu adalah figur-figur terbaik untuk saat ini. Integritas mereka bukan sekedar pemanis bibir, bahkan bukan hanya tertera dalam rekam jejak mereka,” katanya kepada wartawan dalam acara tentang Hasil Konvensi Calon Presiden 2009 DIB, di Gedung Juang, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2009.
Lebih jauh Salahuddin mengatakan, keempat peserta konvensi tersebut telah mengikuti konvensi secara bertahap dari satu kota ke kota lainnya. Lewat tahapan ini juga keempatnya mampu menunjukan kesungguhan hati, ketrampilan berpikir, dan rumusan Visi Strategis Indonesia 2009-2014 sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan sejahtera.
DIB memandang Bambang Sulistomo sebagai salah satu figur yang tepat sebagai capres karena memiliki visi strategis Indonesia yang fokus pada persoalan akar, yakni hilangnya
kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, dan penegakan hukum sebagai kunci untuk mengembalikan kepercayaan itu. Marwah Daud Ibrahim juga dianggap tepat sebagai salah satu kandidat karena visi yang dimilikinya untuk membangun Indonesia di masa mendatang. Visi strategis Indonesia Marwah Daud terekspresikan dalam empat cluster kementerian dalam sistem kabinet yang disusun demi perwujudan sasaran stategis yang dirangkai oleh kepemimpinan yang memadai.
Selanjutnya Rizal Ramli, memiliki visi yang terfokus pada ketimpangan bangsa. Rizal meringkas visinya menjadi "20/80", yaitu hanya 20% orang Indonesia telah menikmati kemerdekaan dan 80% tetap menjadi penderita sesudah 64 tahun merdeka. Kerangka solusinya adalah Pancasakti, yaitu Trisaktinya Bung Karno ditambah dua sakti, kedaulatan dan energi.
Terakhir, Yuddhi Chrisnandi, juga dianggap layak menjadi salah satu capres karena visi strategisnya yang memiliki semangat muda dan dirinci dalam logika: persoalan 5 K (kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan, dan ketergantungan asing), 3 sasaran (Indonesia makmur, mandiri, bermartabat), dan 3 kekuatan penopang (ekonomi, militer, budaya). (Leli Qumarulaeli/Mawardi)