| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Senin, 2 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Lebih dari 80 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS ) di seluruh Indonesia masuk kategori rawan. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Widodo AS menyatakan TPS tersebut dinyatakan tak aman, karena rawan terjadi konflik di antara masyarakat saat Pemilu berlangsung. Widodo menegaskan ada potensi besar saat Pemilu, masyarakat terpecah karena mendukung calon legislator atau partai politik tertentu.
“Jumlah TPS yang akan digunakan 611.636. Kategori TPS aman 529.430, TPS rawan satu, 61.705. TPS rawan dua, 20.501,” demikian Widodo.
Widodo menambahkan, dari sekitar 600 ribu lebih TPS, hampir 500 ribu di antaranya berstatus aman. Sementara itu, lebih 370 ribu lebih anggota kepolisian dan 24 ribu anggota TNI siap mengamankan Pemilu 2009. Tak hanya itu, satu juta lebih petugas Perlindungan Masyarakat atau Linmas akan dilibatkan dalam pengamanan Pemilu. [KBR-68H].