| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Senin, 6 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Berbagai persamalah yang muncul di sekitar pelaksanaan Pemilu 2009, terutama dalam kasus manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tak kunjung usai, mendorong beberapa partai politik untuk melakukan mekanisme kontrol terhadap pelaksanaan pemilu.
Pertemuan yang digagas oleh PDI-Perjuangan dan Partai Golkar diadakan di Rumah Makan Ayam Goreng Ny. Soeharti Jl. Piere Tendean Jakarta, Senin 6 April 2009 dan melibatkan 14 partai politik.
Sebagai partai penggagas, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Pramono Anung semua partai besar diundang dalam pertemuan ini untuk membahas permasalahan di seputar pelaksanaan pemilu.
Beberapa partai yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya; Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Sarikat Indonesia (PSI), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Pelopor, Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Patriot, Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).
Saat ditanya tujuan dari pertemuan tersebut, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung menjelaskan bahwa pertemuan yang digagas partainya tersebut adalah untuk membawa negeri ini ke gerbang perubahan yang lebih baik, dan bukan sekedar pesta demokrasi. Oleh sebab itu menurutnya, harus ada mekanisme kontrol agar pelaksanaan pemilu kali ini berjalan fair. ” Terlalu mahal apabila pemilu kali ini, dikotori dengan berbagai manipulasi, ” katanya dalam jumpa pers dengan wartawan.
Pertemuan tersebut pada akhirnya melahirkan lima kesepakatan untuk membawa masa depan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Kelima butir hasil kesepakatan di Jalan Pierre Tendean Jakarta tersebut di antaranya adalah: