| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 8 April 2009
JAYAPURA, [KANALPEMILU.NET] -- Sejumlah tempat pemungutan suara di Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Paniai, Papua kemungkinan tidak bisa menggelar pemungutan suara tepat waktu. Logistik untuk sejumlah kecamatan di tiga kabupaten ini belum terkirim.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Papua bidang Pengadaan Logistik, Hasyim Sangaji mengatakan logistik dan alat angkut berupa pesawat sudah tersedia. Namun logistik tak bisa disalurkan karena cuaca buruk.
“Di Kabupaten Pania itu ada 21 kecamatan, yang belum dapat logistik 9 kecamatan. Yahukimo dari 51 kecamatan, masih ada 12 kecamatan. Pegunungan Bintang tinggal satu kecamatan. Keseluruhan logistik belum terkirim, termasuk surat suara, bilik suara dan lain-lain,” kata Hasyim.
Hasyim mengatakan kalaupun pesawat bisa terbang hari ini, pemungutan suara kemungkinan tetap akan terlambat karena jarak antara kecamatan dengan desa atau kampung sangat jauh. Beberapa TPS diantaranya harus dijangkau dengan jalan kaki hingga lebih dua hari. Hasyim Sangaji menilai masalah ini muncul akibat penyeragaman aturan tanpa memikirkan
kondisi daerah.
Gubernur Papua Barnabas Suebu menyatakan , pemilu di daerahnya akan digelar pada 10 atau 11 April, jika logistik belum tersalurkan sampai hari-H Pemilu atau 9 April besok. Dalam
perbincangan jarak jauh dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Barnabas Suebu mengatakan saat ini seluruh kekuatan TNI dan kepolisian masih terus bekerja menyalurkan logistik Pemilu. Sejauh ini, kata Barnabas, logistik yang tersalur sudah mencapai 90%. Kendala cuaca menjadi sebab tersendatnya sisa penyaluran logistik.
“Suasana di lapangan begitu berat, cuaca yang tidak bersahabat, membuat kami bekerja
keras untuk menyalurkan logistik,” kata Barnabas Suebu. [KBR68h]